Renungan Hari Selasa 27 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

25 February 2018

Renungan Hari Selasa 27 Februari 2018

Renungan Hari Selasa 27 Februari 2018

Renungan Hari Selasa 27 Februari 2018

Melakukan Yang Baik

Setiap pemimpin agama tentu akan mengajarkan ajaran-ajaran yang baik kepada seluruh umatnya. Namun, apakah pemimpin agama tersebut melaksanakan ajarannya dalam kehidupan nya sendiri? Semua yang mereka ajarakan bertujuan baik dan mulia bagi perkembangan iman umatnya. Namun, sangat disayangkan jika ajaran yang baik dan mulia itu hanya sebatas ajaran dan tidak mengakar dalam diri si pengajar seperti orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat dalam Injil hari ini.

Tuhan Yesus sebenarnya tidak memandang buruk ajaran atau hukum yang dibuat orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat. Ajran mereka berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah sendiri. Ajaran itu berguna untuk membawa manusia mengenal Allah dan setia pada peraturan-peraturan Allah. Dengan demikian ajaran mereka mengajak para pendengarnya untuk melakukan kebaikan terhadap sesama.

Yesus mengeritik cara hidup mereka yang bertolak belakang dengan ajaran yang mereka bebankan kepada orang lain. Yesus berkata: "mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya" (Mat 23:3b). Kritik Tuhan Yesus ini sangat relevan bagi setiap pengajar dalam Gereja, seperti para imam, diakon, katekis, pewarta, pemimpin, bahkan dalam diri orangtua dalam mendidik anak-anak mereka. Sering kali kita harus perang batin, apalagi ketika dari dalam hati, kita berkata, "Ya Tuhan, aku sendiri masih jauh dari apa yang aku ajarakan."

Keselarasan antara hal-hal baik yang keluar di mulut dengan tindakan yang kita lakukan, adalah tantangan bagi setiap pengikut Yesus. Mengajar hal-hal baik seperti memberi ampun, jujur, setia, berderma, adil dan tidak pilih kasih adalah sangat mudah, tetapi perlu usaha luar biasa untuk melakukannya. Tetapi, hidup kita justru dilihat dari apa yang kita lakukan secara konkret, bukan melalui teori. Kesaksian hidup sederhana jauh lebih berharga dari teori-teori suci yang tidak pernah dipraktikan. Untuk itu marilah kita melakukan yang baik bagi diri kita sendiri, bagi Gereja, dan sesama.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak