Renungan Hari Senin 5 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

03 February 2018

Renungan Hari Senin 5 Februari 2018

Renungan Hari Senin 5 Februari 2018

Renungan Hari Senin 5 Februari 2018

Kesehatan Jasmani dan Rohani

Beberapa tahun lalu, seorang bocah bernama Ponari menjadi buah bibir masyarakat lantaran memiliki sebuah batu yang syah dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Orang banyak datang ke kediaman Ponari di Jawa Timut dengan membawa air yang akan dicelupkan "Batu Ponari". Mereka datang dari berbagai penjuru nusantara. Fenomena ini membuat nama Ponari naik daun selama beberapa waktu. Batu yang "ajaib" itu menyedot perhatian publik.

Injil hari ini menceritakan orang banyak yang berbondong-bondong menjumpai Yesus. Mereka ingin memperoleh kesembuhan dari macam-macam penyakit dengan menjamah jubah Yesus. Yesus tak berbuat apa-apa. Iman orang-orang itulah yang berhasil menyembuhkan diri mereka sendiri. Mereka percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya saja mereka bisa mentas dari penyakit yang membelenggu dirinya.

Injil banyak bercerita tentang Yesus yang menyembuhkan orang sakit. Mulai dari orang yang sakit kusta hingga yang lumpuh. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus punya perhatian pada kesehatan umat-Nya. Ia berkenan menyembuhkan orang yang mau datang kepada-Nya dan memohon rahmat penyembuhan-Nya.

Kita kerapkali kurang memperhatikan kesehatan kita. Makan tak teratur, mengomsumsi makanan yang kurang sehat, dan sebagainya. Melalui Injil hari ini kita diundang Yesus untuk menjaga kesehatan diri kita. Jika kita senantiasa sehat, kita mampu untuk menjalani aktivitas kita sehari-hari dengan sukacita. Dan, apabila kita mengidap suatu penyakit, kita mesti bisa menyandarkan diri pada Tuhan Yesus Kristus.

Kita diajak untuk memusatkan iman pada-Nya dan berharap supaya Dia mau menjamah kita. Semoga kita mampu memelihara kesehatan kita dan senantiasa memohon rahmat Allah memenuhi hari-hari kita. Amin.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak