Renungan Hari Senin 7 Mei 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

04 May 2018

Renungan Hari Senin 7 Mei 2018

Renungan Hari Senin 7 Mei 2018

Renungan Hari Senin 7 Mei 2018

Hukum Kasih

Ketika mendengar bacaan Injil hari ini kita mungkin akan merasa gentar dan heran. Kita akan dikucilkan dan dibunuh. Lalu orang yang berbuat demikian tak merasa bersalah bahkan menganggap diri berbuat bakti pada Allah mereka. Mengapa bisa demikian? Mengapa Allah seolah tidak peduli pada penderitaan saat kita diserang musuh? Saudara-saudari terkasih, Kristus Tuhan kita mengajarkan hukum kasih pada kita. Dia tetap mencintai orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan-Nya.

Saudara-saudari terkasih, mari kita merenungkan dari mana hidup kita berasal. Tentu dari Allah. Dan hidup kita terdiri dari hidup saat ini (duniawi) dan hidup yang akan datang (abadi). Mana yang lebih penting? Dunia yang akan berlalu atau dunia yang akan selamanya. Allah bukannya tidak peduli pada penderitaan kita di dunia. Justru melalui penderitaan yang kita alami itu Allah mau menyatakan sesuatu. Penderitaan kita tidak akan abadi sehingga kita tidak perlu khawatir akan derita dunia yang hanya melukai diri fisik kita saja. Justru karena kita bertekun dalam iman dan cinta akan Yesus Kristus kita akan beroleh hidup kekal yang tak ada lagi penderitaan, sekalipun rasa sakit menghujani tubuh dan hidup kita di dunia. Jika kita merasa tak tahan dengan derita dunia saat ini mari kita mohon kekuatan pada Kristus yang telah mengalami penderitaan yang lebih besar dari kita. Supaya kita juga mampu memenangkan pertandingan hidup kita di dunia dalam iman yang setia pada Kristus.

Bukankah kita harus beriman pada Kristus secara total. Mari kita ingat kata-kata Santo Paulus "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekun dalam doa" (Rom 12:12). Beriman yang total itu tidak lagi menganggap bahwa hidup ini milik kita sendiri. Hidup adalah anugerah cuma-cuma dari Allah dan kepenuhannya adalah dengan bersatu kembali pada-Nya.

Ya Tuhan berilah aku kekuatan untuk mencintai Dikau hingga akhir hidupku. Amin.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak