Renungan Hari Jumat 8 Juni 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

05 June 2018

Renungan Hari Jumat 8 Juni 2018

Renungan Hari Jumat 8 Juni 2018

Renungan Hari Jumat 8 Juni 2018

Kasih Allah Kepada Manusia

Hari ini kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Santo Yohanes dalam Injilnya mengajak kita untuk merenungkan peristiwa lambung Yesus yang ditikam dengan tombak. Kita dapat membaca ulang kisah tersebut bahwa saat seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak, dan saat itu keluarlah darah dan air.

Apa sebenarnya makna dari kisah tersebut? Pater Dehon, pendiri kongregasi SCJ mengatakan bahwa peristiwa tersebut mengungkapkan secara paling istimewa kasih Allah kepada manusia. Itu melambangkan cinta Tuhan bagi manusia yang senantiasa melimpah tak terbatas dan tak bersyarat. Siapapun yang mau datang kepada-Nya dalam keadaan apapun akan menerima curahan kasih-Nya.

Kita tentu ingat akan sabda Yesus yang mengatakan bahwa kasih yang paling besar adalah kasih seorang sahabat yang menyerahkan nyawanya bagi sahabatnya. Yesus sendiri telah melakukan itu bagi kita semua, bahkan Ia masih memberikan lebih dari itu. Ketika Ia telah matipun Ia masih memberikan sesuatu yang sangat istimewa bagi kita, darah dan air sebagai penebusan dan kehidupan baru bagi kita. Itulah sebabnya Pater Dehon juga mengingatkan para anggotanya agar tak hanya berhenti pada luka-luka Tuhan Yesus saat merenungkan sengsara-Nya tetapi melalui lambung-Nya yang terbuka, kita mesti 'masuk' dan mengalami betapa dahsyat gelombang kasih-Nya kepada manusia.

Karena itu, Injil hari ini mengajak kita untuk menelan sikap Yesus tersebut dengan memberikan seluruh kehidupan kita bagi Tuhan dan bagi sesama. Caranya, apapun yang kita kerjakan seturut dengan panggilan kita masing-masing, hati kita senantiasa terarah pada Allah yang telah dan senantiasa mencurahkan kasih-Nya kepada kita. Darah dan air yang telah Tuhan Yesus curahkan kepada kita itu, menjadi pengingat bagi kita bahwa kita telah dilahirkan secara baru dalam Kristus. Maka, marilah kita bersama menyadari rahmat kehidupan baru ini, agar kita juga dapat memberikan hidup kita secara total bagi Tuhan dan sesama.

Ya Tuhan, ajarilah aku agar aku mampu memberikan diriku secara total bagi-Mu dan bagi sesamaku. Amin.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak